Kecakapan Hidup Dalam Membangun Kreatifitas Anak

Oleh : Rahmy Fitri S.Pd

(Penulis telah aktif selama 9 tahun di Bidang Pendidikan Khusus baik di sekolah formal maupun non formal, 7 Tahun sebagai Konsultan dan Layanan Anak Berkebutuhan Khusus di lembaga non formal khususnya Homeschooling)

Rendahnya kualitas manusia Indonesia merupakan bukti  bahwa dunia pedidikan belum berhasil mencapai tujuannya. Di sisi lain kegaggalan tersebut memberi sinyal pada kita semua bahwa tantangan yang dihadapi oleh dunia pendidikan semakin kompleks. Dunia pendidikan saat ini dihadapkan pada dua persoalan besar, yakni persoalan internal bersumber dari kondisi bangsa Indonesia yang terus terjerat dengan multikrisis yang menjadikan bangsa  ini semakin terpuruk dalam ketidakpastian di berbagai bidang kehidupan. Dari segi eksternal, dunia pendidikan kita dihadapkan pada gerakan-gerakan global yang tidak terasa masuk kedalam semua aspek kehidupan kita. Dunia pendidikan di era global menampakkan langkah-langkah progresif yang perlu untuk direspons secara proaktif jika dunia pendidikan kita tidak ingin jauh tertinggal.  Untuk itu dunia perlu untuk melakukan suatu gerakan “revolusi cara belajar” sehingga hasilnya lebih progresif dan optimal.

Dunia pendidikan perlu membangun kreatifitas anak yang kelak akan menjadi bekal bagi anak didik agar lebih bersemangat, mandiri, kompetitif dan proaktif dalam mengahadapi proses perubahan di era global. Yang mengacu pada program ”Brain Based Sschooling” yang berorientasi pada kecakapan hidup (life skill). Berbagai konsep tentang  “model  learning revolution” sebagaimana dijelaskan oleh Dyrden (2000:27) bahwa : (1) saat terbaik untuk mengembangkan kemampuan belajar adalah sebelum masuk sekolah karena sebagian jalur penting di otak dibentuk pada tahun awal yang penting. (2) gunakan dunia nyata sebagai ruang kelas, pelajari dan tindaki.

Hal yang tidak dapat dihindari pada kehidupan keluarga adalah kecenderungan proses pembelajaran di era global yang menunjukkan perubahan dimana peningkatan perhatian pada fungsi otak melalui pengembangan kecerdasan otak anak secara maksimal perlu dilakukan sejak dini. Dengan demikian, orang tua dan guru sangat berperan untuk mengembangkan berbagai kemampuan dasar pada diri anak sejak dini yakni life skill. Menurut Thomas Amstrong (1993) ada tujuh macam intelegensi yaitu : (1) linguistic Intellegence, (2) logical-mathematic, (3) spatial Intelegence, (4) Bodily-kinestetic  intelegence, (5) musical intelegence (6) interpersonal intelgence, (7) intrapersonal intelegence. Untuk mengembangkan ranah-ranah tersebut diatas keluarga harus menyadari  pentingnya mengkondisikan lingkungannya bahwa anak senang belajar apapun dan memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar semua bidang ilmu ini.

Untuk menata masa depan yang lebih baik perlu dibangun sikap optimistik disemua lapisan masyarakat yang diikuti dengan layanan-layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak  sesuai dengan bidang yang diminatinya. Keluarga mempunyai peran yang sangat penting untuk menanamkan spirit bagi semua anggota keluarga  untuk maju,berkembang dan percaya diri.

Proses pembelajaran,sekolahpun perlu untuk mengubah metode belajar kearah “Brain Based Schooling” (Soekamto,2001:32) yang dapat digambarkan sebagai berikut:

Dari (Model A)   Ke (Model B)
Pendidikan yang diarahkan ke guru Pembelajaran dengan eksplorasi siswa
Pengelompokan berdasarkan usia Pengelompokan berdasarkan kesiapan
Perlakuan seragam untuk semua siswa Kegembiraan dalam pembelajaran
Sekolah terisoler dari kehidupan nyata Kurikulum terintegrasi dengan kehidupan
Perlakuan seragam untuk semua siswa Perlakuan berdasarkan gaya dan arah kecepatan belajar siswa ( individualisasi)

Sumber : Rose and Nichole (1997) dalam Soekamto, 2002 ;32)

Perubahan paradigma mutu pendidikan diharapkan dapat mempercepat proses pembelajaran yang terus bertambah dan berkembang di era global. Adapun peran penting dan strategi  dari keluarga dalam memilih  layanan pendidikan melalui online ataupun offline secara individual  ataupun  komunitas  guna mengembangkan kecerdasan dan kecakapan hidup (life skill) yang dimiliki anak secara optimal.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *